Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PELATIH MENGGUNAKAN MEDIA TEKNIK FASILITASI UNTUK BERINTERAKSI

1). Cara berinteraksi dengan peserta yang banyak bicara :
  • Berikan kesempatan kepada peserta lain untuk memotong pembicaraannya setiap kali ada yang bersikap ngotot untuk meneruskan pembicaraan
  • Tentukan waktu guna bertemu dengannya setelah selesai forum pertemuan.
  • Ketika ia berhenti berbicara, selanjutnya ringkas sesuatu yang dikatakannya, kemudian pelatih beralih kepada poin yang lain.
  • Akhiri pembicaraannya dengan cerdas dan mintalah sebelumnya agar dia meringkas pembicaraannya.
  • Dalam berinteraksi dengannya gunakanlah pertanyaan yang tertutup; yaitu berakhir jawaban hanya "YA" atau "TIDAK"
  • Minta kepadanya agar mencatat saran sarannya dan berikan waktu yang singkat di akhir pembicaraan untuk memaparkannya secara ringkas
  • Jangan fokuskan pandangan kepadanya dan beralih pada peserta lainnya.
  • Jangan berhenti pada setiap kata yang diucapkannya dan ingatlah ia pada inti tema pembicaraan.
  • Batasi waktu maupun poin poin pembicaraan Anda dengannya secara ketat.
  • ........Silahkan tambah dari pengalaman Anda sendiri.....apa lagi?

2). Cara berinteraksi dengan peserta yang jujur :
  • Mulailah pembicaraan Anda dengan wajah cerah dan ucapan manis.
  • Kokohkan loyalitasnya serta buat dia merasa bertanggung jawab
  • Dengarkan pembicaraannya
  • Bersungguh sungguh dalam memberikan pelayanan yang diperlukannya.
  • Jangan terpancing untuk keluar dari topik pembicaraan
  • Jelaskan kepadanya permasalahan permasalahan kerja tanpa perincian atau menyebutkan nama
  • Nasihatilah dia bila diperlukan
  • Hadapilah dia dengan sukacita dan buatlah dia merasakan kepercayaan Anda terhadapnya.
3). Cara berinteraksi dengan peserta yang proaktif dan positif :
  • Utamakan kata kata yang tepat ketika berbicara dengannya.
  • Ambillah manfaat dari penilaian dan pandangannya terhadap poin poin pembicaraan Anda.
  • Bersikaplah disiplin terhadap dirinya dalam semua urusan
  • Raihlah simpatinya dan buka peluang yang seluas luasnya bagi dirinya
  • Tampakkan kepada aspek aspek keseriusan pada diri dan kepribadiannya.
  • Bantulah dia agar bisa bersikap lebih terbuka dan ambillah manfaat dari beberapa pendapatnya.
  • Seleksilah dengan baik beberapa orang yang akan berinteraksi dengannya.
  • Pahamilah dengan baik semua aspek dari topik yang akan Anda bicarakan dengannya.
  • Bantulah dia untuk bisa menerapkan usulan usulannya dan terimalah beberapa pertanyaan dengan lapang dada.
4). Cara berinteraksi dengan peserta yang pendiam :
  • Upayakan agar dia bisa menyadari urgensi dan kebaikan pendapat pendapatnya.
  • Arahkan kepadanya beberapa pertanyaan secara langsung tetapi jangan terlalu sering berhenti dan menunggu terlalu lama untuk mendengarkan jawabannya.
  • Berusaha untuk melibatkannya dalam kerja kerja dan kunjungan kunjungan kolektif.
  • Berusaha mendekatinya.
  • Berhati hatilah, jangan Anda menilai bahwa dirinya kurang partisipatif, betapa banyak orang orang yang pendiam tetapi mereka bisa memahami pembicaraan lebih banyak daripada apa yang dipahami oleh orang orang yang pandai berbicara.
  • Hindari sikap sikap yang membuatnya kesal
  • Ceritakan tentang diri Anda kepadanya; pekerjaan Anda, permasalahan Anda sampai ia mau menceritakan dirinya, pekerjaan dan permasalahannya kepada Anda.
  • Dalam berinteraksi dengannya, pergunakanlah pertanyaan pertanyaan yang terbuka (apa, siapa, kapan, bagaimana, dimana) yang sifatnya menguraikan satu penjelasan.
  • Bersikaplah akrab dan riang di hadapannya
  • Mulailah diskusi dengannya dari poin poin yang sudah disepakati
5). Cara berinteraksi dengan peserta yang bimbang atau ragu ragu :
  • Pergunakan metode bertanya secara langsung ketika berinteraksi dengannya, juga metode pemberian motivasi dan peningkatan rasa percaya diri ketika Anda berinteraksi dengannya.
  • Hindarkan counter yang bersifat meremehkan terhadap argumentasinya
  • Arahkan dia pada sumber sumber penjelasan mengenai topik yang sedang dikajinya.
  • Jadilah orang yang jujur dalam pembicaraan Anda, dan jangan menjanjikan sesuatu yang lebih banyak dari yang Anda miliki.
  • Paparkan kepadanya semua aspek dari topik tersebut dan biarkanlah dia sendiri yang memastikannya.
  • Picu emosinya di saat Anda berbicara dengannya dan upayakan agar Anda jangan sampai terjerumus dalam lingkaran perdebatan.
  • Perlihatkan sesuatu keburukan akibat tidak adanya pengambilan keputusan atau tidak adanya pemikiran untuk mengambil keputusan sama sekali.
  • Upayakan untuk meluruskan kesalahan kesalahan nya secara implisit dan tidak secara eksplisit.
  • Bekalilah dengan kemampuan untuk mengambil keputusan, dan berikan pujian terhadap semua tugas, pendapat dan sikapnya.
  • Bangunlah kepercayaan pada mitra kerja Anda kepadanya dengan berbagai cara.
  • Libatkan dia dalam kelompok kerja dan berikan tugas tertentu kepadanya.
  • Jangan membela diri Anda dengan membiarkan dirinya membangkitkan emosi Anda.
  • Ajukan beberapa pertanyaan yang dapat dengan mudah dijawabnya.
  • Terapkan kesabaran untuk membangkitkan kepercayaan dirinya.
  • Setelah mengajukan pertanyaan kepadanya, fokuskan diri Anda dengan rasa penuh percaya akan jawabannya yang benar.
  • Berdiri di sampingnya dalam berbagai krisis.
  • Mulai pembicaraan dengan poin poin yang disepakati.
  • Hindari pembicaraan dengannya dalam beberapa hal yang masih diperselisihkan.
6). Cara pelatih berinteraksi dengan peserta yang kasar dalam pergaulan :
  • Hindari membuka aib atau kekurangannya, jangan menyinggung perasaannya serta bergaullah dengan sikap teguh dan percaya diri dengannya.
  • Perkukuhlah poin poin yang telah disepakati bersama
  • Berikanlah perhatian yang setulusnya demikian juga berbagai pelayanan.
  • Motivasilah kelompok anda untuk berinteraksi dengannya.
  • Sambutlah kehadirannya dengan baik dan ramah, perlihatkan penghargaan Anda terhadap jawaban jawaban yang telah diberikannya
  • Sampaikan dengan tepat bahwa pentingnya sebuah opini serta pentingnya pemaparan berbagai opini yang lain.
  • Jangan terjerumus dalam perangkap perdebatan di luar topik pelatihan.
cara melatih dengan baik dengan peserta yang jumlahnya banyak

7). Cara mengelola pertemuan yang produktif :
  • Usahakan peserta pelatihan bisa berada di pihak Anda dan jangan berpihak kepada seseorang dan berusahalah agar kelompok tetap kompak.
  • Pertemuan adalah sebuah forum yang alami untuk menyampaikan berbagai gagasan dan pemikiran. Oleh karena itu, agar gagasan dan pemikiran ini bisa bertemu dan berpadu maka harus diupayakan terlebih dahulu adanya pertemuan perasaan dan hati.
  • Catatlah capaian target pada pertemuan tersebut, sehingga bisa membantu untuk mengevaluasi prosesnya. Usahakan dalam berbicara melalui kata kata yang jelas di hadapan para peserta dalam pertemuan tersebut.
  • Tempatkan beberapa materi yang sulit di tengah agenda acara dan bukan pada permulaan, hal ini akan membantu upaya mendiskusikan beberapa materi tersebut secara optimal di saat semua peserta dalam kondisi fisik dan psikis serta memiliki semangat maupun vitalitas.
  • Biarkan setiap peserta mengungkapkan kegelisahannya dalam bentuk komentar, pendapat serta kontrol waktu untuk itu dengan tepat.
  • Susunlah agenda yang logis! terutama bila ada salah satu materi yang bertumpu pada keputusan yang telah ditetapkan berdasarkan materi sebelumnya.
  • Secara prinsip, semua topik yang akan didiskusikan dalam forum pertemuan,  hendaknya sudah didiskusikan terlebih dahulu oleh panitia khusus dari semua aspek.

Post a Comment for "PELATIH MENGGUNAKAN MEDIA TEKNIK FASILITASI UNTUK BERINTERAKSI"