KOMUNIKASI PENTING DALAM PROSES PELATIHAN

Komunikasi merupakan suatu cara yang sangat penting dalam setiap gerak kehidupan, baik sebagai individu, kelompok atau organisasi. Khususnya bagi organisasi atau institusi yang mempunyai program pemberdayaan masyarakat di desa atau kegiatn pola pemberdayaan lainnya. Komunikasi menjadi unsur penting bagi kelancaran dan keberhasilan organisasi itu sendiri dengan program program yang dikembangkannya.

Didalam sebuah program pemberdayaan yang besar, tanpa komunikasi yang baik antar unsur unsurnya maka tidak akan memberi keberhasilan yang memuaskan baik untuk masyarakat maupun bagi para pendamping program tersebut.

Pengertian

Komunikasi berasal dari kata Communi=sama. Sehingga dapat diartikan bahwa komunikasi adalah suatu proses hubungan antar manusia untuk menyampaikan pesan, informasi, pemikiran atau gagasan dengan menggunakan cara dan sarana tertentu dalam ruang dan waktu tertentu di mana proses hubungan tersebut dapat saling dimengerti satu dengan lainnya. Ada sebuah buku yang mengisyaratkan teori dan praktek untuk pemberdayaan dan keadilan sosial, menarik untuk dimiliki, sebuah karya dari srinivas raj melkote.

Bagi antara individu komunikasi berarti :
Pesan yang akan disampaikan oleh komunikator (pengirim pesan) haruslah diterima dan dimengerti sama oleh komunikan (penerima pesan)
Bagi organisasi atau unsur unsur yang terlibat dalam program, komunikasi dapat berarti :
Saluran untuk melakukan dan menerima pengaruh, mekanisme, perubahan gagasan, serta alat untuk mendorong motivasi dan merupakan perantara yang memungkinkan mencapai tujuan.
Tujuan 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jika terjadi komunikasi berarti ada tujuan yang dapat berupa :
  • Menghendaki seseorang mengerti sesuatu dan kemudian berbuat sesuatu, atau
  • Menghendaki seseorang berfikir dan merasakan sesuatu dengan cara tertentu
Untuk mencapai tujuan seperti dimaksud maka harus ada proses aktifitas komunikasi, yang pada prinsipnya dapat digambarkan sebagai berikut :
  1. Komunikator merasakan suatu kebutuhan guna melakukan komunikasi, kemudian disusunlah lambang, tanda, atau simbol atau kata kata.
  2. Penerima pesan, ketika mendengar, melihat, atau merasakan tanda tanda itu kemudian memberi arti kepada tanda tanda itu menjadi sebuah pikiran / ide yang memiliki makna.
  3. Komunikator kemudian mengirimkan atau menyampaikan tanda tanda tersebut melalui sarana / perantara komunikasi.
  4. Akhirnya komunikator dapat mengatakan telah mengkomunikasikan pesannya jika terjadi reaksi dari komunikan sesuai dengan yang diinginkan.
Unsur Unsur dalam Komunikasi

 Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa paling tidak ada 4 unsur dalam berkomunikasi, yaitu :
  1. Isi pesan yang disampaikan.
  2. Unsur manusia sebagai komunikator (yang menyampaikan pesan) dan komunikan (yang menerima pesan)
  3. Efek yang merupakan sebuah pengaruh dari adanya komunikasi.
  4. Sarana atau media sebagai alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan.
1. Unsur Manusia

Dari unsur unsur tersebut, unsur manusia adalah sentral dalam berkomunikasi. Keberhasilan komunikasi sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis, pengalaman dan pendidikan, serta lingkungan sosial dari komunikan dan komunikator. Kondisi psikologis ini misalnya seperti kondisi tertekan, bebas, marah, senang dan sebagainya yang akan mempengaruhi kesanggupan dan kemampuan seseorang untuk melakukan suatu komunikasi yang efektif.

Tingkat pendidikan akan mempengaruhi persepsi dan daya konsepsi seseorang dalam menerima pesan dan kemampuan menata alur berpikir dan perasaan ketika menyampaikan tanggapan atau umpan balik.

Adapun lingkungan seseorang akan berpengaruh terhadap tindakan atau perilaku dalam merespon pesan yang diterimanya. Dalam situasi yang berbeda, seseorang akan melakukan tindakan yang berbeda dalam menerima pesan. Mungkin seseorang akan merasa nyaman jika diajak berkomunikasi dalam kelompok kecil dan sulit berkomunikasi dalam kelompok besar.

Seseorang yang berada dalam kelompoknya sendiri akan beraksi berbeda dalam merespon pesan dibanding jika berada dalam kelompok lain. Oleh karena itu untuk dapat berkomunikasi secara baik, seorang komunikator harus memperhatikan ketiga hal tersebut di atas.

Variasi-variasi atau perbedaan -perbedaan di dalam kelompok masyarakat penerima program akan banyak sekali terjadi, baik dari segi tingkatan pendidikan, ekonomi, usia, jenis pekerjaan dan sebagainya di mana semuanya itu menuntut keterampilan dan kearifan tertentu dalam berkomunikasi.

2. Unsur Informasi dan Pesan

Informasi dapat dilihat dari 3 aspek; isi, sifat dan bentuknya. Kalau dilihat dari segi isinya informasi itu dimaksud untuk dapat mengurangi ketidakpastian atau kemungkinan-kemungkinan alternatif dalam suatu situasi.

Dilihat dari sifatnya, informasi itu bisa berupa;
  • Opini atau pendapat
  • Fakta atau kenyataan
  • Emosi atau perasaan
  • Bimbingan atau nasihat
  • Persuasi atau ajakan
Seseorang komunikator yang baik harus bisa membedakan sifat dari sebuah informasi yang ingin disampaikan, supaya tidak terjadi kesalahpahaman dalam penerimaan oleh penerima pesan. Jangan sampai terjadi pesan yang bersifat fakta diterima sebagai opini, yang bersifat emosi diterima sebagai persuasi.

Dilihat dari bentuknya, informasi bisa berbentuk konkrit berupa lambang lambang verbal baik dalam bentuk suara, tulisan, lambang, gambar, gerak. Ada juga yang tersembunyi di balik isyarat dengan menggunakan bahasa bisu.

Seorang yang terlibat dalam komunikasi harus mampu menangkap pesan yang tersembunyi ini, sebab pesan pesan tersebut tidak kalah pentingnya dengan pesan yang disampaikan secara konkrit. Bahkan kadang kadang justru merupakan pesan atau informasi yang sesungguhnya.

3. Unsur Media atau Sarana

Media atau sarana informasi pada prinsipnya bisa dibedakan menjadi dua, yang abstrak universal dan yang konkrit teknis, Media yang abstrak universal biasanya berupa bahasa yang diwujudkan dalm bentuk kata kata, sikap, isyarat ataupun tingkah laku. Sedangkan yang konkrit teknis berupa sarana teknis seperti radio, surat kabar, televisi, film, telepon, papan informasi, pengeras suara dan sebagainya.

4. Unsur Umpan Balik

Umpan balik merupakan respon, reaksi atau tanggapan yang diberikan oleh penerima informasi kepada pemberi pesan. Umpan balik sangat penting bagi upaya perbaikan komunikasi. Kesanggupan untuk memberikan umpan balik ini dipengaruhi oleh sifat kedekatan hubungan antara komunikator dan komunikan. Sering kali ditemukan beberapa kesulitan dalam memberikan atau menerima umpan balik karena pengaruh pengaruh seperti berikut :

  • Keengganan akan resiko yang bakal terjadi
  • Kurang pengalaman
  • Kekwatiran dalam memberikan atau menangkap umpan balik karena tata cara atau aturan yang berlaku di dalam organisasi atau sistem kerja
  • Keraguan akan nilai sosial atau sifat hubungan yang ada
Berikut ini adalah beberapa pedoman dalam membri dan menerima umpan balik :

Bagi Pemberi :
  • Penyesuaian waktu yang tepat
  • Menggambarkan atau memberi fakta dan bukan tafsiran
  • Hindari presensi keras untuk merubah, apalagi memerintah untuk berubah.
  • Jangan terlalu banyak hal ringkas dan jelas lebih baik
  • Memperhatikan kesiapan, artinya memberikan umpan balik pada mereka yang siap menerima atau yang secara konkrit memintanya.
  • Memberi fakta yang jelas dan masih baru
  • Bersedai membantu karena umpan balik Anda
  • Menyangkut hal hal yang dapat diubah
Bagi Penerima :

  • Berikan tanggapan terhadap umpan balik yang didengar
  • Menyatakan secara jelas umpan balik apa yang ingin diterima
  • Periksa kembali terhadap informasi yang telah didengar.
....bersambung....
PLEASE SHARE THIS POST TO SOCIAL MEDIA :

0 Response to "KOMUNIKASI PENTING DALAM PROSES PELATIHAN"

Post a Comment