SIKAP SUPERVISOR PADA KONTEKS PEMBERDAYAAN DI DESA (JILID 2)

1.5. Menjadi Pemimpin (leadership)

Tersedia banyak referensi tentang kepemimpinan di toko toko buku, di bawah ini beberapa masukan tentang kepemimpinan menurut sejumlah pakar kepemimpinan, diantaranya : John P. Kotter, Max De Pree, Thomas Neff, Michael Feiner, Joseph Badaracco & James C. Hunter dan Thomas Gordon.

Asal seorang pemimpin berasal dari mana? Ada 4 opini agar seseorang dianggap sebagai pimpinan sebuah organisasi :
  • Dianggap sebagai pemimpin karena memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih baik daripada orang lain.
  • Dianggap sebagai seorang pemimpin karena memiliki karisma, sehingga orang lain mau mengikutinya.
  • Dianggap sebagai seorang pimpinan karena memegang jabatan atau posisi tertentu dan menurut kerangka acuan berhak untuk mengambil keputusan dan mengawasi orang lain.
  • Dianggap sebagai seorang pemimpin karena memiliki kekuasaan, dapat memberi reward dan punishment.
Jika dianggap sebagai pimpinan tidak berarti betul betul memiliki kepemimpinan (leadership). Banyak orang menjadi Boss tanpa memiliki kepemimpinan yang baik. Tidak mengerti apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang pimpinan dan apa yang harus dihindari.

Hal pertama yang harus dipahami adalah perbedaan antar kepemimpinan dan manajemen. Harus mengerti pula bahwa setiap organisasi atau tim perlu seorang pemimpin.

Manajemen memiliki tujuan utama adalah untuk menjalankan sistem yang sudah ada dengan baik. Harus menangani situasi yang rumit untuk mencari ketertiban dan konsistensi agar kualitas produk tetap tinggi dan organisasi bersukses.

Pola manajemen yang rumit dikelola melalui fungsi perencanaan dan penganggaran, penentuan langkah langkah yang menuju sasaran dan mengalokasi sumber daya. Kemudian keberhasilan dijamin melalui langkah langkah pengendalian dan penyelesaian masalah.

Kepemimpinan berbeda dengan manajemen. Seorang pemimpin harus mengantarkan perubahan yang dibutuhkan. terutama perubahan yang sangat mendasar. Bagaimana proses perubahan ditangani?. Pemimpin harus menentukan arah yang harus dijalankan sesuai dengan visi termasuk menjamin bahwa anak buah bermotivasi untuk berubah dan bersukses. Pemimpin tidak harus mengidentifikasikan masalah, tidak harus melaporkan masalah, tidak harus membicarakan masalah, tetapi harus menjamin bahwa masalah diatasi.

Menentukan arah tidak sama dengan perencanaan jangka panjang, walau arah dan perencanaan sering disamakan oleh orang.

Kalau terjadi kepemimpinan kuat tanpa manajemen kekacau balauan akan terjadi, manajemen tanpa kepemimpinan akan mengakibatkan birokrasi yang mematikan.

Apakah seorang pemimpin akan menarik banyak pengikut sangat tergantung faktor substansi dan sifat orang pimpinan, bukan gayanya. Pada bagian berikutnya, akan diberikan saran saran untuk menjadi seorang pimpinan yang baik.

Bagaimana Cara Seorang Pimpinan yang Baik

Kepemimpinan yang baik selalu didasarkan visi. Pimpinan yang baik mampu mengekspresikan visi organisasi dengan mengkaitkannya pada nilai nilai yang dimiliki orang dalam organisasi.

Seseorang akan menjadi pimpinan yang baik dengan bekerja sebagai seorang pimpinan yang baik, yaitu menjanjikan sesuatu kepada orang dan mengeksekusikan perjanjian sampai berhasil. Orang tidak akanmengikuti pimpinan yang memberi sembarangan janji dan tidak akan mengikuti pimpinan yang mengingkar janji.

Pengikut juga berhak. Pimpinan sebaiknya memanggap semua orang di organisasi bekerja sebagai sukarelawan yang hanya mengikuti selama tujuan mereka terpenuhi dalam organisasi.
  • Apakah pimpinan percaya diri dan cukup percaya pada saya?, supaya saya dapat bekerja semestinya.
  • Apakah saya merasa akan berkembang dengan bekerja bersama pimpinan ini?
  • Apakah kepastian masa depan saya dapat dititipkan kepada pimpinan ini?
Pimpinan yang baik memiliki capaian tujuan diri sendiri (misalnya untuk produktifitas dan efisiensi) dan memiliki keterampilan untuk memenuhi kebutuhan anggota kelompok.

Semakin rendah keterampilan dan pengalaman anggota, semakin banyak waktu harus dikorbankan oleh pimpinan untuk pembimbingan dan pelatihan.

Pemimpin harus memahami empat alasan mengapa orang tidak senang dengan perubahan 
  • Tidak percaya bahwa perubahan tersebut baik bagi organisasi
  • Tidak mau kehilangan sesuatu yang dianggap berharga
  • Tidak senang dengan perubahan apa pun alasannya, dan
  • Tidak mengerti implikasi dari perubahan
Sehingga pimpinan sebaiknya melakukan upaya sosialisasi perubahan jauh sebelumnya.

Seorang pemimpin harus ingat hal hal seperti yang di bawah ini jika mau menjadi pemimpin yang baik :
  1. Pimpinan yang baik selalu menghargai dan berterima kasih kepada orang yang berkontribusi.
  2. Pimpinan harus memahami anak buah.
  3. Pimpinan seharusnya membuat suasana kondusif, rukun, dan berpaduan
  4. Pimpinan harus memiliki komitmen kepada anak buah.
  5. Anak buah pasti akan meniru perilaku pimpinannya.
  6. Pimpinan harus memiliki bias untuk bertindak
  7. Jangan menolak kalau dipilih sebagai pimpinan kelompok yang beranggota orang yang sama tingkatnya di organisasi.
  8. Pimpinan mengerti bahwa umpan balik merupakan hal yang sangat berharga bagi anggota.
  9. Alangkah baiknya buila pemimpin dapat mengaitkan pekerjaan dengan suatu tujuan yang sangat besar dan dianggap penting oleh semua orang
  10. Pimpinan harus rajin mendengarkan, kemudian mendengarkan lagi.
  11. Pembicara yang dianggap hebat hampir selalu berhasil karena bicara sesuai dengan diri sendiri daripada fasih dalam pembicaraan.
  12. Pimpinan tidak harus tahu segalanya.
  13. Pimpinan selalu menyampaikan bahwa dia sangat yakin orang akan mampu mengerjakan apa yang diharapkannya. Orang akan berusaha keras untuk memenuhi harapan ini.
  14. Pimpinan memahami bahwa kadang kadang akan kaget, karena sesuatu terjadi di luar dugaan.
Jangan lupa bahwa pada hampir setiap situasi terdapat banyak alternatif tindakan, termasuk menghindari, menghadapi, berkompromi, mendelegasikan, bekerja sama dan mencocokkan diri.

Terdapat banyak gaya kepemimpinan; ada yang langsung dan to-the-point, ada yang mempunyai pendekatan tidak langsung, dan ada yang suka fakta dan data sehingga lebih analitis. Ketiga tiganya dapat efektif, dan masih banyak gaya lainnya yang juga efektif.

Pimpinan/supervisor harus mendorong anak buah untuk berkonflik yang sehat, termasuk diskusi, debat, dialog dan ketidaksetujuan. Semua itu sehat dan mengawetmudakan organisasi.

Lebih baik anak buah tidak mengekspresikan apa yang dipikirkan, tetapi lebih mengekspresikan mengapa dipikirkan seperti itu. Terakhir jangan lupa bahwa tidak cukup belajar dengan baik kalau lupa melakukan hal yang terbaik.

Empat Teknik Kepemimpinan yang Dapat Diterapkan

Win Win Solution : Banyak pimpinan baru merasa harus sangat ketat dengan kelompoknya. Akan tetapi, anggota kelompok merasa tidak senang karena pimpinan suka main kuasa saja. Kalau berhasil itu juga hanya membuat anggota bergantung pada pimpinan, dan kelompok semakin lemah. Penggunaan kekuasaan banyak juga merugikan pimpinan sendiri; banyak kehilangan waktu, banyak stress, semakin kecil pengaruhnya, dan semakin rusak hubungan dengan anggota.
melakukan audit terhadap pekerjaan yang akan melakukan pengajuan pencairan dana
Pendekatan win win solution (tidak ada yang kalah) menyangkut solusi yang baik untuk kedua belah pihak, tanpa main kuasa sama sekali. Dengan ini anggota lebih menerima keputusan akan lebih tinggi, hubungan akan semakin baik, keputusan akan semakin cepat, dan tidak lelah karena harus menjual solusi.
Aturan main metode "win win solution" adalah sebagai berikut :
  • Perlu waktu untuk mendefinisikan masalah dengan tepat
  • Harus membuat janji tentang penanggung-jawab, sasaran waktu dan tindakan
  • Berkomitmen untuk tidak main kuasa, tanpa mundur
  • Membangkitkan beberapa alternatif solusi sebelum salah satu dibahas secara mendalam.
  • Hasil senantiasa boleh direvisi
  • Hanya melibatkan orang yang terlibat langsung dalam pemecahan masalah.
  • Harus berkomitmen bersama untuk menyelesaikan masalah ini.
sumber: literatur pelatihan di masa tugas

0 Response to "SIKAP SUPERVISOR PADA KONTEKS PEMBERDAYAAN DI DESA (JILID 2)"

Post a Comment