Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

AKSELERASI KEMANDIRIAN DESA, KEMENDESA PDTT LUNCURKAN AKADEMI DESA 4.0

Dalam Making Indonesia 4.0 telah disusun strategi dan peta jalan Fourth Industrial Revolution. Sebagai perbandingan, revolusi industri 1.0 dicirikan tumbuhnya mekanisme dan energi berbasis uap dan air. Revolusi 2.0 dicirikan berkembangnya energi listrik dan produksi massal. Revolusi Industri 3.0 dicirikan tumbuhnya industri berbasis elektronika, teknologi informasi serta otomatisasi. Revolusi 4.0 dicirikan dengan berkembangnya Internet of/for Things yang diikuti teknologi baru dalam data sains, kecerdasan buatan, robotik, cloud, cetak tiga dimensi dan teknologi nano, yang telah mendisrupsi inovasi inovasi sebelumnya.

Akademi Desa 4.0 direncanakan dengan maksud, tujuan dan manfaat sebagai berikut :

1. Jangka Pendek :
a. Melakukan standardisasi pembelajaran pembangunan desa di Indonesia
b. Menyediakan sertifikat kompetensi kepada pengelola kegiatan pembangunan desa yang telah teruji kompetensinya.
c. Menyediakan akreditasi kepada lembaga yang bekerja sama menjalankan sertifikasi kompetensi pembangunan desa.

2. Jangka Menengah :
a. Meningkatkan kualitas pelayanan birokrasi pemerintahan desa kepada masyarakat.
b. Mempercepat perkembangan usaha ekonomi desa.
c. Mempercepat peningkatan kualitas SDM di desa, kawasan perdesaan, tertinggal dan transmigrasi.

3. Jangka panjang :
a. Mempercepat peningkatan kesejahteraan warga desa
b. Mewujudkan keberlanjutan ekosistem pengetahuan tentang desa, kawasan perdesaan, tertinggal dan transmigrasi.
c. Mempercepat penurunan kemiskinan warga desa tujuan
d. Mempercepat pencapaian kemandirian desa.


Akademi Desa 4.0 merupakan upaya dalam mendukung Indonesia 4.0 sekaligus sebagai respons positif terhadap industri 4.0. Kreativitas, inovasi dan enterpreneurship para pelaku di desa menjadi prasyarat pencapaiannya. Beragam pelatihan diselenggarakan untuk perangkat desa dan para pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk memperkuat hal tersebut sangat dibutuhkan standardisasi pelatihan dalam bentuk sertifikasi lulusan untuk menjamin kompetensi dan kualitas alumni guna menyongsong Indonesia 4.0.

gbr 1 : suasana acara pembukaan Akademi Desa

Akademi desa 4.0 melakukan standardisasi pembelajaran pembangunan desa di Indonesia. Pengurus BUMDes, perangkat desa, pengelola kegiatan desa, pendamping dan pengelola lembaga kemasyarakatan yang lulus pelatihan praktis akan teruji kompetensinya. Mereka yang lulus berhak menerima sertifikat kompetensi pembangunan desa. Akademi Desa 4.0 juga menyediakan akreditasi kepada lembaga yang bekerja sama menjalankan sertifikasi kompetensi pembangunan desa.

Akademi Desa 4.0 ditargetkan dapat mempercepat peningkatan kualitas SDM di desa, kawasan perdesaan, daerah tertinggal dan transmigrasi. Institusi ini juga memberi dasar bagi peningkatan kualitas pelayanan birokrasi pemerintahan desa kepada masyarakat serta mendorong percepatan perkembangan usaha ekonomi desa.

Lisensi sertifikasi diajukan secara resmi kepada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam acara pembukaan. Akreditasi institusi diajukan kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Ruang lingkup lisensi Akademi Desa 4.0 meliputi penyelenggaraan urusan pemerintahan dibidang pembangunan desa dan kawasan perdesaan. Lisensi berikutnya ialah pemberdayaan masyarakat desa. Lisensi juga mencakup percepatan pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi.

Sertifikasi kompetensi penyelenggara pemerintahan desa dan kawasan perdesaan meliputi sub kompetensi keahlian kepala desa, sekretaris desa, perangkat desa dan tenaga pendukung desa. Sedangkan sub keahlian pembangunan desa dan kawasan meliputi pengelola kegiatan desa, pengurus BUMDes dan BUMDes Bersama, pengelola Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), serta pengurus lembaga kemasyarakatan desa.


Sertifikasi kompetensi pemberdaya masyarakat desa meliputi pendamping masyarakat, desa dan kawasan, penggerak swadaya masyarakat, kader posyandu dan pengurus PKK. Kompetensi pembangunan daerah tertinggal meliputi pendamping daerah tertinggal dan tim pengelola kegiatan daerah tertinggal. Kompetensi pembangunan daerah tertentu mencakup pendamping daerah perbatasan, terpencil, rawan bencana dan konflik.

Sebagai dasar hukum pendirian Akademi Desa 4.0 adalah :
1. Undang undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa
2. Undang undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
3. Undang undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
4. Peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 23 tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
5. Peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 60 tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara.
6. Peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 8 tahun 2012 tentang kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.
7. Peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 43 tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan Undang undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa
8. Peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 31 tahun 2006 tentang sistem Pelatihan Kerja Nasional.
9. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi nomor 9 tahun 2016 tentang Pelatihan Masyarakat.
10. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor 5 tahun 2012 tentang sistem standardisasi kompetensi kerja nasional.
Sumber : Kemendesa, Buku Petunjuk Akademi Desa

Post a Comment for "AKSELERASI KEMANDIRIAN DESA, KEMENDESA PDTT LUNCURKAN AKADEMI DESA 4.0"