Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SOLUSI CERDAS UNTUK STABILITASI TANAH

Solusi mengatasi stabilitas tanah yang labil

Tanah sangat penting peranannya dalam kehidupan manusia, baik dalam bidang pertanian maupun dalam bidang teknik sipil. Dalam pekerjaan teknik sipil, tanah merupakan salah satu material yang memegang peranan penting dalam mendukung suatu konstruksi. Sifat fisik dan mekanis tanah tergantung pada jenis tanahnya, oleh sebab itu penyelidikan tanah sangat penting dilakukan sebelum konstruksi bangunan didirikan.
Untuk mengantisipasi sifat tanah yang buruk untuk suatu konstruksi, para ahli geoteknik mencoba mengatasi dengan cara merubah sifat sifat fisik tanah untuk menekan biaya. Perbaikan sifat sifat fisik dari tanah kurang baik kekuatannya menjadi tanah yang baik di bidang rekayasa teknik sipil disebut sebagai Stabilitasi Tanah.
Subgrade atau tanah dasar merupakan fondasi yang menopang beban perkerasan yang berasal dari kenderaan yang melewati suatu jalan, oleh karena itu perencanaan suatu perkerasan jalan sangat ditentukan oleh kondisi tanah dasar. Permasalahan yang sering timbul adalah bahwa subgrade memiliki daya dukung tanah (CBR) rendah dan kembang susut yang tinggi sehingga terjadi keruntuhan lokal pada tanah. Biasa ditemukan pada saat pembangunan perkerasan jalan di atas tanah lunak.
Departemen pekerjaan umum mensyaratkan bahwa nilai CBR (california bearing ratio) pada kondisi terendam air suatu subgrade minimal 5 persen dan nilai indeks plastisitas tanah harus kurang dari 15 persen. Banyak lokasi yang kondisi tanah permukaannya merupakan tanah lunak atau bahkan gambut yang memiliki nilai CBR pada kondisi terendam air kurang dari nilai 5 persen.
Prinsip metode penanganan masalah tersebut di atas adalah :
1). Perbaikan stabilitas tanah
2). Meminimalkan pengaruh air dengan cara mencegah air meresap ke dalam tanah maupun drainase yang baik.
3). Minimalisasi tekanan akibat beban lalu lintas yang di terima oleh tanah dasar dengan cara membuat pavement dari bahan yang memiliki modulus elastisitas tinggi.
Metode perbaikan stabilitas tanah yang sering dipakai untuk kondisi di atas adalah dengan cara mencampurkan tanah dasar dengan bahan stabilitasi dengan tujuan meningkatkan nilai CBR.
Beton merupakan bahan yang memiliki modulus elastisitas tinggi dan sering digunakan sebagai rigid pavement untuk tujuan meminimalisasi tekanan akibat beban lalu lintas pada tanah dasar. Namun demikian pada daerah daerah tertentu pemakaian beton sebagai bahan pavement terkendala dengan ketersediaan agregat sebagai bahan baku pembuatan beton yang memerlukan tulangan susut untuk mencegah keretakan sehingga harganya menjadi relatif mahal.
Pemilihan metode penanganan masalah di atas sangat tergantung pada kondisi tanah subgrade, ketersediaan bahan dan alat di lokasi. Penyelidikan tanah lapangan dan laboratorium untuk menentukan parameter tanah dan uji campuran stabilisasi tanah sangat menentukan ketepatan pemilihan metode yang digunakan.
Guna menstabilkan tanah organik yang diharapkan mampu untuk meningkatkan kualitas daya dukung tanah adalah salah satunya soil cement secara mekanis dan matos secara kimiawi.
MATOS adalah salah satu bahan additive untuk memperbaiki stabilitas tanah yang berfungsi untuk memadatkan dan menstabilkan kualitas tanah. Matos berbentuk serbuk halus yang komponennya dari logam dan komposisi mineral anorganik (tepung dan garam).
Apabila partikel tanah kita lihat secara mikroskopis, maka di permukaan tanah tersebut terdapat lapisan air yang tipis, lapisan ini memiliki kekuatan yang luar biasa, berkisar 2000 kg per cm persegi, guna memindahkan lapisan air ini, maka dibutuhkan energi yang besar. Sifat air yang melekat ini agak berbeda dengan air biasa yang kita ketahui. 1 cc sama dengan 1 gram pada suhu 40 derajat celcius untuk air normal, namun air ini adalah 1 cc sama dengan 1,4 gram. Air ini dapat bergerak dengan arah horizontal tetapi tidak dapat bergerak ke arah vertikal, hal ini yang dapat menghambat semen menjadi keras.
Pada saat penggunaan matos, harus melarutkannya ke dalam air pada tingkat kelarutan 10 persen. Ketika matos bercampur dengan air tanah atau terkena air hujan, akan menghasilkan sulfuric acid yang menyebabkan terjadinya keretakan. Hal ini akan berbeda jika dipakai matos, yang mana saat terjadinya pengikatan semen pada partikel tanah dan mengering pada reaksi dehidrasi, akan terbentuk kristal kristal yang muncul di antara campuran semen yang akan mengikat partikel tanah, secara intensif akan bertambah banyak dan membesar yang nantinya membentuk rongga rongga mikron yang bisa menyerap air, sehingga tidak akan terjadi keretakan.
Tanah yang diberi matos memiliki daya tukar ion yang tinggi, daya serap dan daya ikat ion yang sangat kuat sehingga daya dukung tanah menjadi lebih baik.
Manfaat lain dengan penggunaan matos adalah :
1). Meningkatkan parameter daya dukung tanah (pengganti LPA dan LPB, sekaligus stabilisasi tanah dasar badan jalan)
2). Jalan menjadi tidak lembek/becek maupun licin saat musim hujan serta tidak berdebu di musim kering.
3). Jalan dapat dilalui pada hari ke 4, tergantung tanah dan cuaca.
4). Sesudah curring time (21 hari), semakin sering terendam air semakin baik, tanah yang distabilisasi akan menjadi lebih keras.
Semoga literatur ini dapat bermanfaat.
sumber : matos, pengganti aspal dan beton

Post a Comment for "SOLUSI CERDAS UNTUK STABILITASI TANAH"