SURVEI TEKNIS JALAN DESA


No.
KATEGORI
ASPEK-ASPEK YANG DIAMATI
KETERANGAN
.
1.

Kondisi Tanah

1.      Jenis tanah sepanjang jalan
2.      Galian
3.      Timbunan

1.      Jenis tanah sepanjang jalan adalah jenis tanah yang ada pada ruas jalan yang akan dibangun. Jenis tanah harus diidentifikasi di setiap patok (per patok 50 meter), apakah termasuk jenis tanah keras, tanah lunak atau Lumpur.
2.      Galian adalah tumpukan tanah atau tebing di sepanjang jalan yang akan dibangun. Galian harus diidentifikasi             di setiap patok, apakah termasuk galian tanah keras, lunak atau lumpur.
3.      Timbunan adalah tanah bekas galian atau tanah yang elevasinya jauh lebih rendah dari trase jalan di sepanjang jalan yang akan dibangun. Timbunan harus diidentifikasi di setiap patok, apakah timbunan memerlukan penanganan khusus atau tidak.


2.

Pengukuran Utama

1.      Sketsa Potongan Melintang
2.      Sketsa Potongan Memanjang
3.      Dimensi
4.      Denah / Layout

1.      Sketsa potongan melintang adalah gambar potongan per patok yang digambar pada saat survei untuk menunjukkan kondisi tanah asli, badan jalan, saluran, kemiringan tebing atau jurang sebagai dasar untuk perhitungan teknis.
2.      Sketsa potongan memanjang adalah gambar potongan per patok yang digambar pada saat survei untuk menunjukkan kondisi tanah asli, kemiringan jalan, kemiringan saluran, kemiringan tanjakan, sebagai dasar untuk perhitungan teknis.
3.      Dimensi adalah ukuran panjang, lebar dan tinggi untuk menentukan volume pada setiap jenis konstruksi sesuai hasil perhitungan teknik.


4.      Denah / Layout adalah gambar peta lokasi yang digambar pada saat survei untuk menunjukkan arah trase jalan, arah saluran air, lokasi bangunan pelangkap, akses jalan dll. Denah / Layout harus menunjukkan arah utara yang tepat.


3.

Pengukuran Pelengkap

1.      Sketsa Potongan Melintang
2.      Sketsa Potongan Memanjang
3.      Dimensi
4.      Bangunan Lama
5.      Denah / Layout

1.      Sketsa potongan melintang bangunan pelengkap adalah gambar potongan yang digambar pada saat survei untuk menunjukkan kondisi tanah asli, konstruksi dan dimensi bangunan pelengkap, seperti; gorong-gorong, tembok penahan tanah, saluran air.
2.      Sketsa potongan memanjang adalah bangunan pelengkap adalah gambar potongan yang digambar pada saat survei untuk menunjukkan kondisi tanah asli, dimensi dan arah bangunan pelengkap, seperti; gorong-gorong, tembok penahan tanah, saluran air.
3.      Dimensi adalah ukuran panjang, lebar dan tinggi untuk menentukan volume pada setiap jenis konstruksi.
4.      Bangunan Lama adalah bangunan yang sudah ada, kondisi dan lokasi harus diidentifikasi dan digambar, apakah perlu dibuat baru atau diperbaiki saja.
5.      Denah / Layout adalah gambar peta lokasi yang digambar pada saat survei untuk menunjukkan lokasi bangunan pelangkap. Denah / Layout harus menunjukkan arah Utara yang tepat.


4.

Persediaan Bahan

1.      Jenis Material
2.      Lokasi Material
3.      Jarak Lokasi Material ke Desa

1.      Jenis material adalah jenis bahan yang dibutuhkan dalam pembangunan jalan, seperti; batu belah, sirtu, pasir urug, semen, batu pecah dll.
2.       Lokasi material adalah tempat penampungan bahan lokal


(quary) atau bahan pabrikan (toko).
3.      Jarak lokasi material ke desa adalah jarak tempuh mengangkut bahan dari lokasi material (quary/toko) sampai ke desa.


5.

PersediaanTenaga Berpengalaman

1.      Tenaga Berpengalaman
2.      Tenaga Belum Berpengalaman

1.      Tenaga berpengalaman adalah tenaga kerja yang ada      di desa yang telah terbiasa dalam pekerjaan konstruksi, seperti; tukang kayu, tukang besi, tukang tembok, tukang las dll. Tenaga kerja tersebut harus di identifikasi dan didaftar sebagai calon tukang.
2.      Tenaga belum berpengalaman adalah tenaga yang belum pernah atau hanya sebagai pekerja kasar dalam pekerjaan konstruksi. Tenaga kerja tersebut harus diidentifikasi dan didaftar sebagai calon tenaga kerja.
3.      Apabila tukang atau tenaga kerja yang ada di desa tidak dapat memenuhi kebutuhan, dapat di cari dari desa lain.


6.

Manfaat, Termasuk RTM (Rumah Tangga Miskin)

1.      Jumlah Pemanfaat
2.      Jumlah RTM
.
1.      Jumlah Pemanfaat adalah jumlah warga desa yang akan memanfaatkan jalan tersebut secara keseluruhan.
2.      Jumlah RTM adalah jumlah Rumah Tangga Miskin termasuk anggotanya yang akan memanfaatkan jalan tersebut.


7

Dampak Lingkungan

1.      Bagian yang akan menimbulkan dampak lingkungan
2.      Cara / Jenis Konstruksi untuk mengatasi dampak lingkungan

1.      Bagian yang akan menimbulkan dampak lingkungan, adalah bagian jalan atau konstruksi yang akan mengakibatkan rusaknya lingkungan seperti; adanya penebangan pohon di pinggir jalan yang mengakibatkan longsor, atau kesalahan konstruksi yang mengakibatkan banjir.


2.      Cara / Jenis Konstruksi untuk mengatasi dampak lingkungan, seperti; tidak menebang pohon di pinggir jalan apabila tidak diperlukan.


8.

Akses

1.      Klasifikasi jalan
2.      Arah Jalan

1.      Klasifikasi jalan adalah pengelompokan kelas jalan desa, yaitu jalan poros desa, jalan poros dusun dan jalan lingkungan.
2.      Arah Jalan adalah arah tujuan utama jalan yang akan dibangun, apakah menuju ke sawah, ladang, sungai, kuburan, antar dusun, antar desa, dst.


9.

Musim

1.      Musim Hujan
2.      Musim Kemarau
3.      Musim Panen
4.      Musim Tanam
5.      Musim Paceklik

1.      Musim hujan adalah waktu yang tidak tepat dalam pelaksanaan konstruksi karena banyak hambatan, baik pengadaan bahan, pemasangan konstruksi maupun pengerahan tenaga kerja.
2.      Musim kemarau adalah waktu yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan konstruksi, baik pengadaan bahan, pemasangan konstruksi maupun pengerahan tenaga kerja.
3.      Musim panen adalah waktu yang kurang tepat untuk pelaksanaan kegiatan konstrusi, karena warga desa lebih memilih panen di sawah atau ladang daripada kerja                di proyek.
4.      Musim tanam adalah waktu yang kurang tepat untuk pelaksanaan kegiatan konstrusi, karena warga desa lebih memilih menanam di sawah atau ladang daripada kerja   di proyek
5.      Musim paceklik atau kemarau panjang, adalah waktu yang tepat untuk pelaksanaan konstruksi karena banyak warga desa yang membutuhkan pekerjaan.



10.

Keinginan Masyarakat

1.      Masyarakat Umum
2.      Elit Desa
3.      Aparat Desa

1.      Keinginan masyarakat umum biasanya lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhannya dalam menentukan sebuah usulan prasarana maupun konstruksi.
2.      Keinginan elit desa biasanya lebih dipengaruhi oleh kepentingan kelompok tertentu maupun perorangan dalam menentukan sebuah usulan prasarana maupun konstruksi.
3.      Keinginan aparat desa hampir sama dengan keinginan Elit Desa dan kemungkinan ada tekanan dari Aparat                 di tingkat atas.


11.

Dapat Dikerjakan Masyarakat

1.      Bangunan Utama
2.      Bangunan Pelengkap
3.      Galian
4.      Timbunan
5.      Pengadaan Material Lokal

1.      Bangunan utama harus direncanakan dan mengguanakan teknologi yang sederhana, apabila memerlukan teknologi yang lebih rumit lebih baik dikerjakan oleh program lain.
2.      Bangunan pelengkap diupayakan menggunakan teknologi yang sederhana dan menggunakan material lokal (tetap memperhatikan standard kualitas).
3.      Galian tanah keras dan atau memiliki volume cukup besar harus menggunakan alat berat, lebih baik dikerjakan oleh program lain / sektoral.
4.      Timbunan yang memerlukan volume material cukup besar harus menggunakan alat berat, lebih baik dikrjakan oleh program lain.
5.      Pengadaan material lokal, apabila lokasi material tersebut berada di desa, lebih baik dikerjakan oleh masyarakat tidak perlu dilakukan pelelangan dengan suplier.


12.

Potensi Masalah Teknis

1.      Kemiringan Tanjakan
2.      Kondisi Alam

1.      Kemiringan tanjakan harus diperhatikan tidak boleh > 12%
2.      Kondisi Alam sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan


kegiatan konstruksi, seperti di daerah pegunungan, rawa atau kepulauan. Biasanya pengadaan material pabrikan atau alat pemadat sulit untuk dimobilisasi.


13.

Tumpang Tindih

1.      Telah dibangun oleh program lain
2.      Telah direncanakan oleh program lain

1.      Jalan yang telah dibangun oleh program lain dan diusulkan kembali untuk diperbaiki tidak perlu dibangun kembali oleh PNPM-MP, kecuali diusulkan untuk ditingkatkan, misalnya dari jalan tanah ditingkatkan menjadi jalan telford.
2.      Jalan yang telah direncanakan oleh program lain tidak boleh dibangun oleh PNPM-MP.


14.

Ganti Rugi

1.      Lahan Produktif
2.      Pekarangan
3.      Pohon
4.      Tanaman
5.      Bangunan

1.      Lahan produktif, adalah ladang atau sawah yang ditanami sepanjang tahun yang dihibahkan untuk pembangunan jalan tersebut.
2.      Pekarangan, adalah halaman rumah penduduk yang dihibahkan untuk pembangunan jalan tersebut.
3.      Pohon, adalah tanaman keras yang ada di pinggir jalan milik masyarakat yang harus ditebang dan dihibahkan.
4.      Tanaman, adalah tanaman seperti tanaman bunga, padi jagung dan sebagainya yang dihibahkan.
5.      Bangunan, adalah bangunan yang terkena pelebaran jalan, seperti pagar, teras rumah, dan sebagainya.
6.      Ganti rugi tidak dapat dilakukan oleh program, kecuali oleh desa atau dari dana daerah.
  

15.

Pemakaian Alat Berat

1.      Galian Tanah
2.      Timbunan Tanah
3.      Pemadatan

1.      Galian tanah yang tidak bisa dilakukan oleh manusia, harus mengitung analisa penggunaan alat berat, seperti penggunaan Backhoe, Buldozer, Motor Grader dan


sebagainya. Harus dipertimbangkan pula ketersediaan alat, mobilisasi ke lokasi, efisiensi penggunaannya dan sebagainya.
2.      Timbunan tanah yang memiliki volume yang cukup besar dan tidak dapat dilakukan oleh manusia, analisa penggunaan alat berat harus dihitung dan dipertimbangkan resikonya seperti alat berat yang digunakan unuk galian tanah.
3.      Pemadatan dengan menggunakan alat berat seperti Stoom Walls, Tandem, Baby Roller, Vibro Compactor harus dihitung analisa alat berat dengan segala resikonya.

PLEASE SHARE THIS POST TO SOCIAL MEDIA :

0 Response to "SURVEI TEKNIS JALAN DESA"

Post a Comment