Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SURVEI TEKNIS AIR BERSIH

 Air bersih yang layak pakai bisa digunakan untuk mandi dan mencuci

Matriks Kategori Dan Aspek Survei Teknis Air Bersih terdiri dari :


1. Kondisi Tanah

Aspel aspek yang diamati :

* Jenis tanah dilokasi sumber air

* Rencana jalur pipa PVC / Besi

Keterangan :

  • Jenis tanah harus diamati, apakah tanah tersebut termasuk jenis keras, lunak atau lumpur.
  • Rencana jalur distribusi berdasarkan kondisi dan elevasi mata air dengan wilayah distribusi, apakah menggunakan pipa PVC atau besi.
2. Pengukuran utama

Aspel aspek yang diamati :

* Elevasi sumber air dan wilayah distribusi

* Kontur tanah

* Debit air

* Kualitas air

* Denah / layout

Keterangan :

  • Elevasi sumber air dan wilayah distribusi, adalah beda tinggi antar sumber air dengan wilayah distribusi.

  • Kontur tanah adalah kondisi permukaan tanah, diamati dan dibuat sketsa permukaan tanah di sekitar sumber air.

  • Debit air harus diukur ulang apakah mencukupi untuk menyediakan air bersih sesuai dengan jumlah pemanfaat.

  • Kualitas air harus memiliki tahap pengujian terhadap warna, bau dan sebagainya.

  • Denah / layout adalah gambar peta lokasi yang digambar pada saat survei untuk menunjukkan posisi mata air, bangunan penangkap (bendung), jaringan distribusi, bangunan pembagi, water valve.

3. Pengukuran Pelengkap.

Aspel aspek yang diamati :

* Sketsa potongan melintang
* Sketsa potongan memanjang
* Dimensi
* Bangunan lama.
* Denah / layout

Keterangan :
  • Sketsa potongan melintang adalah potongan bangunan pelengkap, seperti bangunan pembagi, bangunan penguras dan sebagainya, digambar untuk menentukan jenis konstruksi dan dimensi.
  • Sketsa potongan memanjang adalah potongan jaringan distribusi untuk mengetahui beda tinggidan elevasi jaringan.
  • Dimensi adalah ukuran panjang, lebar dan tinggi untuk menentukan volume pada setiap jenis konstruksi sesuai hasil perhitungan teknik.
  • Bangunan lama adalah bangunan yang sudah ada, kondisi dan lokasi harus diidentifikasikan dan digambar, apakah perlu dibuat baru atau diperbaiki saja.
  • Denah / layout adalah gambar pada saat survei untuk menunjukkan posisi bendung, saluran air, lokasi bangunan pelengkap, dan jaringan distribusi. Pada denah gambar harus memberi tanda arah utara.
4. Persediaan Bahan

Aspel aspek yang diamati :

* Jenis material
* Lokasi penempatan material
* Sumber material asal.
* Jarak tempuh pengadaan material ke lokasi pengerjaan.

Keterangan :
  • Jenis material adalah bahan yang dibutuhkan dalam pembangunan tersebut, misal ; batu, pasir dan sebagainya.
  • Lokasi material dan sumber material merupakan tempat penyediaan bahan lokal (quary) dan tersebut juga lokasi toko tempat bahan pabrikan lain yang dibutuhkan.
  • Jarak lokasi material ke desa atau ke lokasi pekerjaan adalah jarak tempuh yang harus dilalui hingga ketersediaan material di lokasi pengerjaan tersebut.

5. Persediaan Tenaga Berpengalaman.

Aspel aspek yang diamati :

* Tenaga berpengalaman
* Tenaga belum berpengalaman

Keterangan :
  • Tenaga berpengalaman adalah tenaga kerja yang ada di desa yang telah terbiasa dalam pekerjaan konstruksi, seperti : tukang kayu, pembesian, membuat dinding, tukang las dan lain lain. Tenaga kerja tersebut harus diidentifikasi dan didaftar sebagai calon tukang.
  • Tenaga belum berpengalaman adalah tenaga yang belum pernah atau hanya sebagai pekerja kasar dalam pekerjaan konstruksi. Tenaga kerja tersebut harus diidentifikasi dan didaftar sebagai calon tenaga kerja.
  • Apabila tukang atau tenaga kerja yang ada di desa tidak dapat memenuhi kebutuhan, dapat dicari dari desa lain.
6. Manfaat, termasuk Rumah Tangga Miskin (RTM)

Aspel aspek yang diamati :

* Jumlah pemanfaat
* Jumlah RTM

Keterangan :
  • Jumlah pemanfaat adalah jumlah warga desa yang akan memanfaatkan air bersih tersebut secara keseluruhan.
  • Jumlah RTM adalah jumlah rumah tangga miskin termasuk anggotanya yang akan memanfaatkan jembatan tersebut.
7. Dampak Lingkungan

Aspel aspek yang diamati :

* Bagian yang akan menimbulkan dampak lingkungan
* Cara / jenis konstruksi untuk mengatasi dampak lingkungan

Keterangan :
  • Bagian yang akan menimbulkan dampak lingkungan, adalah bagian daerah tangkapan sumber mata air atau konstruksi yang akan mengakibatkan rusaknya lingkungan seperti; adanya penebangan pohon di lokasi yang mengakibatkan longsor, atau kesalahan konstruksi yang mengakibatkan banjir.
  • Cara / jenis konstruksi untuk mengatasi dampak lingkungan, seperti; tidak menebang pohon di lokasi apabila tidak diperlukan.
8. Musim

Aspel aspek yang diamati :

* Musim Hujan
* Musim Kemarau
* Musim Panen
* Musim Tanam
* Musim Paceklik

Keterangan :
  • Musim hujan adalah waktu yang tidak tepat dalam pelaksanaan konstruksi karena banyak hambatan, baik pengadaan bahan, pekerjaan konstruksi maupun pengerahan tenaga kerja.
  • Musim kemarau adalah waktu yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan konstruksi, baik pengadaan bahan, pekerjaan konstruksi maupun pengerahan tenaga kerja.
  • Musim panen adalah waktu yang kurang tepat untuk pelaksanaan kegiatan konstruksi, karena warga desa lebih memilih panen di sawah atau ladang dari pada kerja di lokasi proyek.
  • Musim tanam adalah waktu yang kurang tepat untuk pelaksanaan kegiatan konstruksi, karena warga desa memilih menanam di sawah atau ladang daripada kerja di proyek.
  • Musim paceklik atau kemarau panjang, adalah waktu yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan konstruksi karena banyak warga desa yang membutuhkan pekerjaan.
9. Keinginan Masyarakat.

Aspel aspek yang diamati :

* Masyarakat umum
* Elit desa
*Aparat desa

Keterangan :
  • Keinginan masyarakat pada umumnya biasa lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhannya dalam menentukan sebuah usulan prasarana maupun konstruksi.
  • Keinginan elit desa biasanya lebih dipengaruhi oleh kepentingan kelompok tertentu maupun perorangan dalam menentukan sebuah usulan prasarana maupun konstruksi.
  • Keinginan aparat desa hampir sama dengan keinginan kelompok elit desa untuk mengarahkan sebuah usulan menjadi sebuah kepentingan.
10. Dapat dikerjakan Masyarakat

Aspel aspek yang diamati :

* Bangunan Utama
* Bangunan Pelengkap
* Galian
* Timbunan
* Pengadaan material lokal

Keterangan :
  • Bangunan utama harus direncanakan dan menggunakan teknologi yang sederhana, apabila memerlukan teknologi yang lebih rumit lebih baik dikerjakan oleh program lain.
  • Bangunan pelengkap diupayakan menggunakan teknologi yang sederhana dan menggunakan material lokal.
  • Galian tanah keras dan atau memiliki volume cukup besar harus menggunakan alat berat, lebih baik dikerjakan oleh program lain.
  • Timbunan yang memerlukan volume material cukup besar harus menggunakan alat berat, lebih baik dikerjakan oleh program lain.
  • Pengadaan material lokal, apabila lokasi material tersebut berada di desa, lebih baik dikerjakan oleh masyarakat tidak perlu dilakukan pelelangan dengan suplier.
11. Potensi masalah teknis

Aspel aspek yang diamati :

* Debit air
* Elevasi
* Jumlah jiwa sebagai pemanfaat.

Keterangan :
  • Debit air pada musim kemarau berkurang
  • Elevasi antara sumber mata air dengan wilayah distribusi kurang dari batasan minimal.
  • Jumlah pemanfaat terlalu banyak dibandingkan dengan debit air yang tersedia.
12. Tumpang tindih.

Aspel aspek yang diamati :

* Telah dibangun oleh program lain
* Telah direncanakan oleh program lain

Keterangan :
  • Bangunan yang telah dibangun oleh program lain dan diusulkan kembali untuk diperbaiki tidak perlu dibangun kembali oleh program Pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan, kecuali diusulkan untuk ditingkatkan, misal penambahan jalur perpipaan dan mengganti beberapa yang rusak.
13. Ganti rugi.

Aspel aspek yang diamati :

* Lahan produktif
* Pekarangan
* Pohon
* Tanaman
* Bangunan

Keterangan :
  • Lahan produktif adalah ladang atau sawah yang ditanami sepanjang tahun yang dihibahkan untuk pembangunan jalan tersebut.
  • Pekarangan adalah halaman rumah penduduk yang dihibahkan untuk pembangunan jalan tersebut.
  • Pohon, adalah tanaman keras yang ada dipinggir jalan milik masyarakat yang harus ditebang dan dihibahkan.
  • Tanaman, seperti tanaman bunga, padi, jagung dan sebagainya yang dihibahkan.
  • Bangunan, adalah bagian yang terkena pelebaran jalan, seperti pagar, teras rumah dan sebagainya.
  • Ganti rugi tidak dapat dilakukan oleh program, kecuali oleh desa atau dari dana daerah.
14. Penggunaan Alat Berat.

Aspel aspek yang diamati :

* Pemadatan

Keterangan :
  • Pemadatan tanah cukup menggunakan stamper

Post a Comment for "SURVEI TEKNIS AIR BERSIH"