Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

IRIGASI SEDERHANA

image : wikimedia
Fungsi irigasi :
1). Meningkatkan produksi pangan terutama beras
2). Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan air irigasi
3). Meningkatkan intensitas tanam
4). Meningkatkan dan memberdayakan masyarakat desa dalam pembangunan jaringan irigasi perdesaan


Kriteria Umum
1). Irigasi yang tidak tercatat dalam buku inventarisasi DPU Pengairan.
2). Luas areal daerah irigasi maksimal 150 hektar
3). Pengelolaan, operasi dan pemeliharaan dilaksanakan ol3h kelompok tani.
4). Merupakan usulan masyarakat petani
5). Dapat merupakan rehabilitasi jaringan tersier dalam daerah irigasi teknis, semi teknis.
6). Tidak sedang dibiayai oleh sumber dana lain.
7). Usulan bendung baru dari pasangan batu atau beton terbatas pada :
    ● Panjang bendungan maksimum 5 meter
    ● Tinggi bendungan maksimum 3 meter
    ● Debit banjir rencana 30 meter kubik per detik
8). Pembangunan irigasi baru harus memenuhi ketentuan :
    ● Ada sumber air cukup
    ● Ada sawah (tadah hujan)
    ● Ada petani
    ● Kwalitas air memenuhi
    ● Tanah/sawah baik untuk pertanian padi
    ● Ada pemasaran hasil produksi
9). Daerah irigasi perdesaan bukan merupakan daerah banjir rutin.
10). Beda tinggi yang cukup untuk mengalirkan air
11). Adanya pemasaran hasil produksi.
12). Tidak ada masalah ganti rugi tanah, bangunan dan tanaman

Lingkup Pekerjaan
1). Perbaikan atau rehabilitasi jaringan irigasi yang telah ada, karena tidak memerlukan kajian teknis yang berat.
2). Pekerjaan peningkatan jaringan irigasi yang telah ada yang benar benar diperlukan.
3). Pembangunan baru irigasi perdesaan.

Persyaratan Pembangunan Baru dan Rehabilitasi

Peta Situasi

1). Pengumpulan Data dan Laporan
Jenis data dan laporan yang dikumpulkan adalah :
● Laporan profil sosio teknis dan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)
● Usulan petani untuk desain dan urutan prioritas perbaikan menurut petani
● Peta, gambar dan laporan pengukuran, desain dan pelaksanaan konstruksi jaringan irigasi yang ada.

2). Pengenalan Lapangan
Dilakukan untuk memperoleh gambaran umum daerah irigasi meliputi :
● Topografi dan investigasi daerah irigasi
● Sistem jaringan irigasi
● Kondisi fisik jaringan
● Jenis tanah dan sifat sifatnyas

TAHAP PEKERJAAN PERENCANAAN

1). Pengukuran dan Pemetaan Situasi
A. Peta situasi
Apabila ada peta situasi yang lama :
● Skalanya diperbaharui
● Batas batas kampung disesuaikan
● Memperbaharui atau menambah saluran saluran, bangunan bangunan disesuaikan dengan keadaan

Apabila tidak ada peta situasi :
● Pembuatan peta situasi mengacu pada standar perencanaan irigasi dengan menggunakan alat optik (untuk pembangunan baru) atau selang plastik (untuk peningkatan/rehabilitas).
● Memperbesar skala dari peta topografi yang ada (misalnya topografi skala 1 : 50000).
● Menggunakan peta desa yang ada untuk dapat dibuat menjadi peta situasi berskala.

B. Pengukuran batas luas dan ploting data irigasi.
Kegiatan ini dilakukan dengan memindahkan data irigasi pada saat dilakukan pengukuran supaya dibuat gambar draft dengan skala 1 : 2000

2). Survey, Inventarisasi dan Pengukuran pra desain)

A. Survey dan Inventarisasi :

  • melakukan survey dan membuat skets dari semua bangunan
  • membuat daftar inventarisasi kondisi bangunan yang berisi kondisi : baik, perlu perbaikan, ganti baru.
  • melakukan survey dan membuat daftar yang memuat lokasi ukuran dan tipe serta luas oncoran dari penyadapan air yang belum ada bangunannya, sekaligus menetapkan batas petak.
B. Pengukuran Saluran
  • memasang patok referensi tetap (prt) pada lokasi di sekitar bangunan utama sebagai titik pengikat lokal.
  • menambah prt baru jika jarak prt yang ada 2000 meter
  • mengukur kembali ketinggian semua prt yang ada dan mengukur koordinat x,y,z) prt baru.
  • mengukur tampang memanjang dan melintang semua saluran pembawa dan pembuang.
Dilaksanakan dengan alat ukur optik

Pengukuran potongan memanjang :
- patok dipasang tiap 100 meter dan diukur ketinggiannya
- jalur pengukuran harus terikat di prt yang ada sepanjang saluran
- jarak patok diukur dengan pita ukur

Pengukuran potongan melintang :
- diukur setiap jarak profil 100 meter untuk saluran pembawa
- lebar profil melintang yang diukur adalah 5 meter kekiri dan kekanan dari rencana as saluran
jarak diukur dengan pita ukur

Dilaksanakan dengan pipa plastik berisi air

Metode ini dilaksanakan apabila :
- sulit mendapatkan alat ukur optik
- disarankan luas yang dipetakan tidak lebih dari 20 hektar dan saluran yang diukur tidak lebih 300 meter.
- tersedia waktu cukup untuk melaksanakan pengukuran, karena pelaksanakan metode ini membutuhkan kesabaran.
- daerah yang diukur relatif tidak datar.
- jarak patok diukur dengan pita ukur.

3). Survey Investigasi Geoteknik

  • survey jenis batuan dan tanah pada lokasi bangunan dan saluran tanah biasa, tanah bebatuan, tanah lembek)
  • survey bahan konstruksi : batu dan pasir
  • khusus pada pembangunan bendung baru, perlu diadakan sumur uji (test pit)
4). Sistem Planning

Draft sistem planning, merupakan hasil analisa dari kegiatan survey dan inventarisasi serta informasi dan laporan laporan yang dituangkan dalam peta situasi. laporan planning berisi antara lain :
  • tata letak saluran dan bangunan
  • usulan perbaikan saluran dan bangunan serta urutan prioritas versi perencana dan versi petani.
  • rencana pola tanam dan tata tanam
  • usulan petani dalam hal perencanaan teknis
Berisi ketentuan sebagai berikut :
- luas maksimum petak tersier 80 hektar dan kwarter 15 hektar
- panjang maksimum saluran tersier 1500 meter
- batas desa diusahakan menjadi batas tersier
- penentuan tata letak saluran dan bangunan dilakukan dengan memperhatikan saluran dan bangunan yang sudah ada serta usulan dari petani
- dengan anggapan air cukup, maka penghitungan kebutuhan air berdasarkan pola tanam.

Perhitungan debit andalan

Debit andalan akan menentukan luas areal sawah irigasi yang dapat dilayani oleh sumber air. uas maksimum areal yang dapat dilayani irigasi dapat dihitung dengan rumus :

A = Qp / IWR

keterangan :
A    = maksimum luas area pelayanan irigasi dalam hektar
Qp  = debit andalan (M3 / detik)
IWR = kebutuhan air irigasi (liter/detik/hektar)

Perencanaan pola tanam mempertimbangkan :
- debit air
- kebiasaan petani
- kebijakan pemerintah
kebutuhan air disebelah hilir

Menyiapkan peta situasi

Pembuatan skema jaringan dan bangunan irigasi

Menyusun urutan prioritas tambahan bangunan baru dan bangunan yang akan diperbaiki dengan memperhatikan :

  • pengaruhnya terhadap peningkatan intensitas tanam
  • pengaruhnya terhadap pembagian air yang lebih merata
  • pengaruhnya terhadap beban pemeliharaan
  • pengaruh sosial
  • perkiraan biaya
DESAIN  TEKNIS 

Penyiapan desai
....bersambung....

Post a Comment for "IRIGASI SEDERHANA"