PENGHITUNGAN VOLUME KONSTRUKSI JALAN TELFORD

Berawal dari perkembangan manusia dahulu yang berpindah pindah untuk mencari lokasi tempat tinggal yang layak sesuai geografi wilayah yang subur, tentunya melintasi suatu tempat ke arah tujuannya. Bekas lintasan yang telah dilalui oleh beberapa orang meninggalkan jejak pada lintasannya, sehingga bisa menjadi navigasi bagi orang berikutnya.  Kebiasaan lalu lintas yang dilakukan pada suatu areal memberi kesan arah yang jelas dan hal itu memiliki tanda khusus bahwa lintasan itu pernah dilalui sehingga secara tidak sengaja lintasan itu menjadi jalan orang menuju suatu arah tujuan sesuai kebutuhan, keperluan atau lainnya.

Tidak semua jalan dapat dilalui oleh manusia, semua tergantung jenis tanah yang dilalui sebagai panduan navigasi orang yang melewati areal tersebut. Jalan saat dulu terbentuk dengan sendirinya oleh beban lintasan bergerak, maka bentuk jalan tanpa perkerasan atau jalan tanah.

Sejalan dengan perkembangan jaman, guna memenuhi kebutuhan akan kenyamanan serta ketahanan struktur jalan terhadap beban bergerak, maka digunakanlah konstruksi yang relevan sesuai kebutuhan pengguna lalu lintas. Ada beberapa jenis konstruksi yang kita kenal, misal jenis konstruksi jalan aspal, jalan beton, jalan telford, konstruksi makadam, konstruksi telasah dan lainnya.


Kesemua jenis konstruksi di atas merupakan lapisan atas dari permukaan jalan yang telah mengalami proses perkerasan secara bertahap dan sesuai spesifikasinya. Tentunya pemilihan konstruksi yang disebut diatas berdasarkan pertimbangan sebagai berikut :
  1. Daya dukung tanah, jika lokasi tanah tersebut sering terendam genangan air dan daerah tersebut memiliki curah hujan yang tinggi maka akan dipilih satu jenis konstruksi yang sesuai untuk kondisi tersebut.
  2. Pengguna lalu lintas dan beban, penyesuaian terhadap jenis konstruksi yang tepat tentunya berdasarkan analisa terhadap volume atau ketebalan badan jalan yang akan dibuat berdasarkan beban bergerak yang akan melintasi badan jalan tersebut.
  3. Efisiensi dan efektivitas, kondisi dan situasi jalan yang akan dibangun memiliki keanekaragaman jenis tanah maupun daya dukungnya, belum termasuk cara mengatasi jenis tanah yang labil terhadap longsor, kondisi bekas pintasan air yang mengalir dan elevasi muka jalan yang bergelombang serta tanjakan maupun turunan bidang jalan yang membutuhkan analisa gali dan timbun (cut and fill)
Pada artikel ini hanya membahas salah satu jenis konstruksi guna membantu, memperbaiki dan menambah ketahanan permukaan badan jalan dasar, meskipun ada jenis kontruksi lainnya untuk itu. Jenis konstruksi Telford.merupakan bentuk konstruksi dasar, sehingga peningkatan seterusnya untuk konstruksi diatasnya bisa menggunakan konstruksi aspal.


Konstruksi jalan telford pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Telford di antara tahun 1757 - 1834, berasal dari Skotlandia, kelahiran 09 Agustus 1757 di Langholm, Britania Raya, seorang ahli jalan dalam pembuatan jembatan lengkung dari batu, menciptakan konstruksi perkerasan badan jalan dan sangat berhasil sehingga disebut sistem telford.

Saat ini kontruksi jalan Telford menggunakan beberapa material sebagai berikut :
  1. Batu pokok, memakai batu kali atau batu yang permukaannya secara visual sangat solid dan tidak terdapat pori pori dengan kisaran ukuran 10/15 cm. Batu pokok diletakkan pada badan jalan dengan metoda penyusunan permukaan batu yang mengarah ke tanah cenderung runcing.
  2. Batu tepi memiliki kisaran ukuran lebih besar dari batu pokok (15/20 cm), disusun sepanjang jalan hanya pada dua sisi tepi (kiri kanan) badan jalan, fungsinya untuk menjaga stabilitas batu pokok agar tidak tergeser ketepi saat adanya beban bergerak melintasi permukaan badan jalan tersebut.
  3. Batu Pengunci, biasa disebut batu penutup antara bidang atas batu pokok yang keliatan masih ada ruang lekukan dan perlu ditutup sehingga bidang batu pokok secara utuh saling mengunci, beda jika bidang tadi hanya ditutup dengan pasir urug yang kemudian mengalami abrasi. Batu pengunci biasa dipakai berukuran 5/7 cm.
  4. Pasir urug, memiliki ukuran gradasi tertentu, jenis pasir urug gunanya untuk mengisi selah pori pori dari struktur batu pokok yang telah disusun. Fungsi pasir urug juga mengurangi gesekan antar batu pokok yang bisa mengakibatkan batu tersebut mengalami keretakan akibat beban yang ditanggungnya. Secara umum pengisian pasir urug ini untuk mengisi ruang antara batu pokok dengan batu pokok, batu pokok dengan batu tepi, batu pengunci dengan batu pokok dan batu pengunci dengan batu tepi. Selain itu juga digunakan pada lapisan bawah batu (sebelum disusun batu) yang bisa mengisi pori pori tanah dasar.
image
Guna menghitung kebutuhan volume material adalah sebagai berikut :

1). Batu Pinggir untuk ukuran 15/20 cm berdasarkan panjang jalan dikali dua sisi / tepi 
     badan jalan : 
     
             volume batu (meter kubik/M3) = tinggi batu x lebar batu x total panjang jalan (2 sisi)
                                                                x faktor susut

2). Batu Pokok untuk ukuran 10/15 cm

             volume = tinggi batu x lebar batu x panjang jalan x faktor susut

3). Batu Pengunci untuk ukuran 5/7 cm

             volume = tinggi batu x lebar batu x panjang jalan x faktor susut

4). Pasir urug ada 2 penghitungan , untuk dasar batu (direncanakan ketebalan pasir 5 cm) 
     dan mengisi selah antar batu.

         volume dasar = tebal pasir x lebar kebutuhan pasir x panjang jalan x faktor susut

         volume isian = diasumsikan 0,3 (tanpa satuan) x volume total batu (M3) x faktor susut

Semua satuan dasar pengukuran menggunakan satuan meter, kondisi bidang permukaan batu adalah bersegi (tidak bulat) agar saling terkait/mengait. jika bulat akan mengalami gesekan dan guling.

Koefisien faktor susut berkisar 1,3 (tanpa satuan), untuk lebih rinci dapat disesuaikan nilai koefisien berdasarkan literatur yang ada.

Manfaat pengalian dengan menggunakan koefisien angka sebagai faktor susut adalah untuk mengantisipasi kekurangan volume target akibat adanya penyebab lain selama mobilisasi batu dari sumber ke lokasi jalan, saat pemasangan mengalami kerusakan fisikbatu, dan lainnya yang relevan.

Contoh soal :

Sebuah perencanaan jalan menggunakan konstruksi telford, hanya menggunakan batu utama berukuran 15/20 (memakai ukuran dominan pengalian 20 cm), lebar perkerasan 3 meter sepanjang jalan 3,2 kilometer, maka kebutuhan batu adalah :

             Vol. = 0,2 Meter X 3 Meter X 3200 Meter X 1,3 = 2.496 Meter Kubik (M3)

Semoga bermanfaat.
Ohh ya....apakah anda suka template blog yang responsive?, beli di SINI

0 Response to "PENGHITUNGAN VOLUME KONSTRUKSI JALAN TELFORD"

Post a Comment